Berusaha Melalui Percetakan

“Berusaha Melalui Percetakan”
ARTIKEL LINGKUNGAN BISNIS

Nama: Muhammad Zulfakar
NIM: 16.11.0500
Kelas: 16-S1TI-08



UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
PRODI TEKNIK INFORMATIKA
TAHUN AJARAN 2016/2017
 

ABSTRAK

Banyak orang yang mempunyai hasrat atau keinginan untuk memulai berwirausaha, tapi kadang
bingung memulainya. Dimulai dari tidak fokusnya pilihan atas bidang usaha apa yang hendak
dijalankannya sampai terbentur masalah modal usaha percetakan untuk memulai usahanya. Ada
juga sementara kalangan yang kebetulan justru mempunyai cukup modal usaha percetakan untuk
membiayai niat usahanya, tapi juga bingung harus memilih apa jenis usaha percetakan apa yang mau digarap olehnya. Banyak kondisi dan kombinasi situasi yang muncul tatkala suatu peluang usaha
sudah ada di pelupuk mata, tapi tidak lekas disambar dan didayagunakan, salah satunya adalah Peluang
usaha memulai bisnis percetakan.
KUNCI UNTUK MEMULAI USAHA
  •  Lihat dan perhatikan peluang disekitar anda
Pernahkah Anda sesekali kebetulan mendengar ada tetangga bahkan kerabat terdekat berencana
melangsungkan hajat pernikahan / khitanan? Coba dekati dan cari tau apakah Souvenir dan
Undangan Pernikahan / Khitanannya sudah ada yang mengurusinya. Dekati secara personal dan
yakinkan kepadanya bahwa Anda dapat membantu menyiapkan undangan tsb sampai
jadi. Ini sebuah peluang ! Berikut ini ada contoh peluang lagi : - di kepengurusan badan RT / RW
pasti ada banyak kebutuhan barang cetakan. Mungkin tadinya cuma berbentuk fotocopian
belaka. Coba Anda tawarkan untuk dicetak supaya tampil lebih bagus.
Perhatikanlah dan buat daftar macam2 form di kantor Anda, pasti ada barang cetakan. Coba anda
cari tau kira2 berapa banyak kebutuhannya. Cari kesempatan terbaik untuk mendekati siapa yang
biasa mengurusinya. Jangan langsung minta order cetak kepadanya. Selidiki apakah dia itu hanya
sebatas mengorder barang cetakan sepenuhnya ke Percetakan atau dia menjalankannya sendiri. Kalau
cuma order cetak ke percetakan, coba tawarkan bahwa anda bisa "membantunya". Tentu saja
dengan sedikit diplomasi. Bila Anda peka, melihat lebar-lebar dan pasang telinga, sebenarnya di sekeliling Anda banyak peluang yang bisa dijadikan "obyekan". Tapi hal kecil ini bisa menjadi Peluang bisnis usaha percetakan & graphic design yang terlewatkan bila tidak tahu atau tepatnya tidak berani memulainya. Bila Anda mendapatkan kesempatan, baik itu di kantor, komunitas bergaul, lingkungan rumah ataupun untuk kebutuhan sendiri - peluang Anda diminta dan ditanya mengenai dimana saya bias mencetak barang seperti ini? Ambil peluang bisnis tersebut ! Jangan lihat besar-kecilnya order.
Kesempatan ini gak bakalan lewat dua kali dihadapan Anda. Namun bila Anda ambil order cetak ini, kesempatan kedua dan seterusnya akan menghampiri Anda dengan sendirinya..
  • Jangan pernah menolak order cetak
Anda pernah "dimintai tolong" oleh boss, kawan atau kerabat dekat Anda?  Yang dimaksud dimintai tolong disini tentunya yang beraroma "bisnis". Jika Anda cukup sering "disuruh" mengorder sesuatu, atau bahkan Anda dapat bocoran dari obrolan yang tidak disengaja, langsung bilang saja kalau Anda sanggup mengerjakannya..!! jangan sekalipun pernah menolak order cetak tersebut ! Order apapun
jangan pernah ditolak, apalagi order cetakan. Walaupun baru pertama kalinya Anda menghadapi order cetak, terima saja order itu. No problem, bila Anda belum paham liku-liku percetakan. Entah itu ordernya harus dilempar  lagi ke pihak lain atau Anda bisa bekerjasama lagi dengan orang lain, itu soal lain. Yang penting order cetak itu harus jadi, harga pantas dan si pemberi order merasa puas. Dengan demikian ada pencitraan diri, bahwa anda adalah orang yang sanggup diberi kepercayaan untuk menyelesaikan order dimaksud. Pandai-pandailah Anda berdiplomasi dan meyakinkan calon customer Anda, terutama dari kalangan terdekat Anda
Jangan malu bertanya
Mulailah perjalanan Anda mendapatkan order cetak perdana ini. Langkah pertama dan
paling ekspres tanpa mengandung resiko kesalahan adalah Anda dapat mendatangi salah satu percetakan yang Anda yakini bonafid. Tanya berapa harga cetakan disini dan terapkan selisih harga jualnya kepada konsumen Anda. Langkah ini safe, tapi Anda tidak akan mendapatkan ilmu apapun dari orang percetakan tersebut. Boro-boro membagi ilmu, untuk mengurangi margin keuntungannya saja bahkan tidak mungkin. Nah, kalau Anda mau sedikit capek dan dapat ilmu, datangi saja toko kertas dan tanyakan contoh kertas / media cetak yang Anda bawa untuk dicetak. Tanyakan berapa harga kertas terakhir. Jangan sungkan bertanya. Tanya apa saja mengenai proses produksi percetakan. Anggap saja Anda orang paling bodoh sedunia pada saat itu. Simak dan  dengarkan keterangan dari si penjual kertas.
Toko kertas adalah pihak yang sedikit paling terbuka dalam menjelaskan tahapan proses produksi percetakan. Tapi ingat, mereka gak akan buka mulut sebelum mereka yakin Anda akan membeli bahan baku darinya. Bertanyalah sedikit saja saat datang, bertanya lagi saat si penjual sedang menulis nota pesanan, dan bertanya sekali lagi saat Anda menunggu barang pesanan disiapkan. Lalu bawalah keluar pesanan Anda tersebut. Tunggulah barang setengah jam lagi. Kemudian Anda bisa balik lagi ke toko
kertas itu, berpura-puralah akan membeli lagi, sambil bertanya-tanya. Lumayan, nambahnambah
ilmu sedikit. Itu triknya.
  • Kenali & cari tahu bagaimana tahapan proses produksi percetakan
Proses produksi percetakan tidak akan dapat Anda  hapal diluar kepala ibarat Anda dapat menghapal
siklus kehidupan rutin Anda sejak bangun tidur sampai tidur lagi nanti malam. Tahapan ini akan
berjalan lancar dengan sendirinya, seiring proses matangnya usaha Anda menekuni bidang ini. Tapi,
sebagai langkah awal, Anda dapat menulis di diary kerja bagaimana skema tahapan yang harus
dijalankan mulai dari tahap menerima order cetak, menganalisa order, kalkulasi harga cetak, komponen produksi cetak yang diperlukan, proses produksi percetakan, quality controlling, packing, delivering, pembayaran, dan after sales service yang baik.
  • Investasi bisnis usaha percetakan
Mau langsung investasi untuk memulai bisnis usaha percetakan? Berapa biayanya? jangan investasi
bisnis dulu! Mengapa demikian? Memang, sebuah usaha bisnis tanpa investasi adalah hal yang nonsens! Jika finansial Anda kebetulan cukup untuk menambah modal usaha ini, sebaiknya ditunda
dahulu untuk penginvestasian alat-alat kerja produksinya, terlebih yang cukup menyedot biaya besar.
Lebih baik Anda fokus terlebih dahulu mencari peluang-peluang order. Dari order-order cetak yang
Anda dapatkan, Anda bisa memperdalam ilmu dan pengalaman Anda soal teknis proses produksi cetak. Boleh saja Anda berinvestasi, tapi utamakan dulu hal-hal yang berguna untuk memperlancar dan memperbanyak networking Anda sebagai pemasok order, cetak seperti pengadaan alat komunikasi (HP, telp. atau fax) dan transportasi (mobil atau motor) yang kelihatan agak layak dimata client Anda. Utamakan fungsi utilitasnya bukan hanya demi gengsi semata dalam hal investasi barang-barang tersebut.
Buatlah casflow keuangan yang menggambarkan proyeksi aliran modal usaha Anda untuk periode
tersebut. Untuk tahun pertama anda memulai usaha dengan investasi besar, jangan pernah berharap
Anda akan meraih untung besar, mungkin kerugian yang bakal diperoleh! Apalagi 3 - 6 bulan pertama, jangan putus asa melihat angka di pembukuan Anda selalu minus karena selalu tersedot untuk biaya operasional. Tapi disinilah ujiannya. Mental Anda sebagai Perngusaha alias Enterpreneur akan ditempa oleh situasi seperti ini.
Jadi, berpikirlah dua kali seribu kali untuk memenuhi hasrat Anda menginvestasi alat-alat
produksi yang berbiaya amat mahal – walaupun Anda merasa mampu - dan tidak akan jatuh miskin
bila mengalami kebangkrutan. Tidak ada larangan untuk investasi, tapi berfikirlah positif. Banyak contoh yang bisa dijadikan referensi bisnis untuk memulai Bisnis Usaha Percetakan ini tanpa perlu
mengeluarkan modal besar.
REFRENSI

Comments